Busi
punya peranan sangat penting pada sepeda motor yang Anda gunakan setiap
harinya. Karena kondisi busi yang sudah mulai usang dapat menganggu
kenyamanan Anda dalam berkendara sepeda motor. Oleh karenanya, pemantik
pengapian ini perlu mendapat perawatan yang serius, khususnya untuk
kendaraan yang menggunakan bahan bakar bensin.
Untuk itu jangan biarkan busi hingga waktu lama sampai
motor mati mendadak atau sebabkan mesin 'pincang' (mesin lebih dari 1
silinder). Mengganti dengan busi baru juga belum tentu cocok, karena
tiap busi punya kualitas, fungsi dan karakter beda.
Bila mesin 'pincang' atau sulit hidup, jangan langsung
memvonis busi rusak atau mati. Periksa dulu busi ini untuk mencari
penyebabnya, apakah terbakar atau tertutup pelumas. Perhatikan, warna
hitam di busi tak berarti usia busi berakhir. Jika ada noda hitam kering
(pekat) gosong menutup kepala busi. Tapi apalagi elektroda meleleh,
baru bisa dipastikan usia busi berakhir. Sebab kepala busi mengalami
pembakaran berlebihan dan tidak memercikkan api.
Namun bila noda hitam mengilap, menandakan lapisan kepala
serta elektroda busi tertutup pelumas. Cukup bersihkan dengan amplas,
busi dapat digunakan kembali.
Untuk motor harian, kisaran waktu pemeriksaan dan perawatan
sekitar dua minggu sekali. Caranya, bersihkan noda serta kotoran di
ujung elektroda dua kutub busi, sehingga terus menghasilkan pijaran api
sempurna.
Periksa material busi. Busi generasi terbaru, kaki
elektrodanya mengandung perak. Bahan ini diakui memberi daya tahan
lebih. Sebaliknya, kaki busi rentan patah saat dibersihkan atau saat
diatur gap elektrodanya.
Demikian tips mengenai merawat kondisi busi motor Anda.
Mungkin tips ini sudah banyak orang yang memahaminya, tapi kami kembali
coba untuk mengingatkan Anda. Karena, dengan Anda selalu mengingat untuk
merawat busi motor imbasnya kenyamanan Anda saat berkendara juga selalu
terjaga.
motodream.net



mantap mas tips nya, berguna bgt. thanks for share :)
BalasHapusKeren tips nya untuk seseorang yg motornya sering macet mendadak
BalasHapus